Jangan Jadikan Budaya Sebagai Tameng!

Upaya pelestarian budaya nasional tampaknya menjadi seperti sebuah tameng andalan sebagian masyarakat Indonesia dalam mempertahankan berbagai hal yang nyata-nyata bertentangan dengan ajaran agama, khususnya agama Islam, seperti pornografi, pornoaksi, kekerasan, maupun hal-hal bid’ah dalam beribadah. Contohnya ada banyak sekali, beberapa diantaranya akan saya coba paparkan:

Seperti pakaian adat yang terlalu terbuka dan mempertontonkan aurat, untuk ini yang paling lucu kalau mendengar para “budayawan” kurang lebih mengatakan “masa orang Papua melanggar hukum hanya karena gak pake baju? Di sana kan udah lumrah”. Padahal menurut penulis lebih baik kalau mereka disuruh pake baju saja, selain lebih sopan, juga tidak menjadi korban para evolusionis yang sangat gencar mencari bukti-bukti evolusi, gimana jadinya kalau orang Papua dibilang salah satu kerabat dekat dari manusia purba? Pasti bakal sakit hati kan?

Selain itu budaya seperti tari-tarian erotis, atau yang lebih modern lagi jogednya penyanyi dangdut sekarang. Mereka yang pada umumnya wanita, merasa bahwa bila dilarang untuk melakukannya sama saja seperti mengekang kebebasan berekspresi kaum wanita, padahal apa mereka sadar kalau dengan melakukan hal seperti itu sama saja seperti menghinakan diri mereka sendiri, dan yang mendapat untung dari joged mereka itu tetap saja laki-laki, entah itu bos mereka atau yang menontonnya. Dengan kata lain, mereka hanya menjadi alat pemuas nafsu laki-laki (yang jauh dari agama tentunya), namun sayangnya mereka sama sekali tidak menyadarinya.

Adalagi budaya carouk di Madura, budaya yang seolah-olah menghalalkan kekerasan hingga berwujud pada pembunuhan dibilang sebagai perwujudan dari pembelaan harga diri. Tapi tetap saja, budaya itu bertentangan dengan nilai agama Islam sesungguhnya, karena dalam agama Islam yang namanya sabar itu sangat utama, mana mungkin orang yang sabar mudah terbawa emosi yang sangat merugikan diri sendiri maupun orang lain, selain itu dalam hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh HR. Muslim juga dinyatakan bahwa “Seorang Muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya”.

Untuk Ibadah yang beraroma Bi’dah ada banyak sekali, saking banyaknya hingga Muslim di Indonesia sampai tidak dapat membedakannya lagi, kemungkinan besar akibat masih besarnya pengaruh budaya kaum pagan pada masa lalu. Beberapa diantaranya mensakralkan kuburan, pohon besar, benda pusaka, budaya sesajen, hingga upacara-upacara tradisional yang (seakan-akan) bernuansa Islami. Penulis merasa bahwa semua itu kemungkinan terjadi karena kesalahan (maaf) Wali Songo yang terlalu “memanjakan” Muslim Indonesia yang masih tergolong baru pada saat itu.

Masih banyak hal lain yang berhubungan dengan budaya yang tidak seharusnya masih diberdayakan, mungkin akibat sifat sebagian masyarakat di Indonesia yang seperti itu, kuat dalam mempertahankan budaya yang salah, maka yang namanya korupsi, kolusi, nepotisme, dan sebagainya menjadi sukar untuk dihilangkan. Memang sulit untuk menghilangkan budaya yang menjadi identitas bangsa, namun apalah gunanya budaya yang hanya akan merugikan diri sendiri, walaupun berat tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi.

Penulis berharap kita semua dapat bercermin pada diri sendiri, kemudian berusaha untuk melakukan hal yang benar dan bersana-sama mencoba untuk melangkah maju menuju bangsa Indonesia yang jauh lebih baik lagi, bangsa yang jauh dari keterpurukan dan hinaan dari bangsa lain, karena mempertahankan sesuatu yang salah hanya akan menjadi masalah di akhirat kelak.

Barangsiapa menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Ditanyakan, “Ya Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?” Beliau menjawab, “Mengada-ngadakan amalan bid’ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya. (HR. Daruquthin dari Anas)

7 Responses to “Jangan Jadikan Budaya Sebagai Tameng!”

  1. Apa sih yang ingin disampaikan di tulisan ini? Menyalahkan budaya sendiri atau sedang menuding diri sendiri?

    Tulisan ini betul2 khas menyuarakan kelompok yg sangat ingin melihat “Islam” berdiri tegak di masanya sendiri. Dakwah itu lewat dialog Bung! Tidak bisa dipaksakan. Dan kita harus sabar. Nabi saw pun hanya bisa pasrah ketika pamannya hingga wafat tetap tidak mau memeluk Islam.

    Sudahkah Anda berfikir baik-baik ketika menulis ini:

    “Padahal menurut penulis lebih baik kalau mereka disuruh pake baju saja, selain lebih sopan, juga tidak menjadi korban para evolusionis yang sangat gencar mencari bukti-bukti evolusi, gimana jadinya kalau orang Papua dibilang salah satu kerabat dekat dari manusia purba? Pasti bakal sakit hati kan?”

    Pernah dengar kalau banyak orang suku Dani yang malah sakit karena berpakaian? Kulitnya menjadi lembab dan penyakit kulit meraja lela. Dan yg lebih lucu lagi: “agar tidak menjadi korban para evolusionis yang sangat gencar mencari bukti-bukti evolusi”. Haahhh?? Jadi dalam Islam boleh menutup-nutupi fakta agar kaum dhalim tidak mampu berargumen? Naudzubillaahi mindzalik! Saya balum berkomentar tg walisongo, bid’ah dst.

    Pingin tahu komentar anda tentang sepak terjang kaum assassin, Alqaidah dan FPI.

  2. Apa sih yang ingin disampaikan di tulisan ini? Menyalahkan budaya sendiri atau sedang menuding diri sendiri?
    —> Saya tak berniat menyalahkan budaya, kalaupun menuding diri sendiri itu pun bisa jadi, karena saya sendiri hidup dalam kebudayaan Indonesia.

    Tulisan ini betul2 khas menyuarakan kelompok yg sangat ingin melihat “Islam” berdiri tegak di masanya sendiri. Dakwah itu lewat dialog Bung! Tidak bisa dipaksakan. Dan kita harus sabar. Nabi saw pun hanya bisa pasrah ketika pamannya hingga wafat tetap tidak mau memeluk Islam.
    —> Namanya juga opini (kaget juga dibilang dakwah), memang bisa menimbulkan pro dan kontra, dan saya sendiri bukan berasal atau bahkan dekat dengan kelompok yang anda maksud.

    Pernah dengar kalau banyak orang suku Dani yang malah sakit karena berpakaian? Kulitnya menjadi lembab dan penyakit kulit meraja lela. Dan yg lebih lucu lagi: “agar tidak menjadi korban para evolusionis yang sangat gencar mencari bukti-bukti evolusi”.
    —> Ini saya simpulkan setelah melakukan dialog dan mempelajari penganut paham atheis dan evolusionis.

    Pingin tahu komentar anda tentang sepak terjang kaum assassin, Alqaidah dan FPI
    —> Mungkin lain kali saya buat postingnya, tapi untuk sementara anda bisa membaca ini.

  3. Kenapa tulisannya selalu mengagungkan Islam dan menjeleken keyakinan atau budaya orang lain? Dimana letak keimanan si penulis dan keagungan islam ?

  4. Selama orang membutuhkan agama berarti orang itu masih buta kehidupan, bagai orang buta yang membutuhkan tongkat , tongkat adalah agama.

    Sejatinya agama itu tidak perlu ada jika kita bisa hidup damai,penuh toleransi dan saling menghargai.

    Biarlah keyakinan seseorang merupakan urusan pribadi antara dia dengan apapun keyakinannya itu.

    Kebenaran sejati adalah keyakinan itu sendiri.

    Hiduplah dengan cinta dan damai.

  5. Saya juga mau berpendapat, mengapa banyak orang mengagungkan budaya yang justru tidak benar dan jelas terlhat melanggar rmoral.

  6. just a muslim Says:

    Allahu Akbar mass… Akan datang segerombolan orang yang tidak takut celaan orang yang suka “mencela” yang beramar maruf nahi munkar mereka mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan merekapun benci kepada apa yang dibenci oleh Allah. Allahu Akbar mass, kurasa emas adalah orang yang seperti ini, yah kita hanya bisa berdoa semoga mereka bisa kembali ke jalannya dan mendapatkan hidayah. kita tidak bisa memaksakan hidayah karena hidayah itu ghaib. Jadi kita hanya bisa berdoa. Allahu Akbar masss… Tetap semangat.. terus berjuang.. Isyhadu bia anna muslimun..wa Laa izzata illa bil Jihad (saksikanlah bahwa aku seorang muslim dan tiada kemuliaan tanpa perjuangan) Allahu Akbar…

  7. puting beliung Says:

    Jangan Jadikan Maksiat Sebagai Dalih Menghapus Kebudayaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: