Islam Dapat Memberikan “New Sense of Values” Kepada Masyarakat Jepang.

Berikut ini merupakan artikel yang saya ambil dari Aneka Jepang edisi 316, sangat menarik untuk disimak.

Bapak Shoichi Oni dan Japan Muslim Association (JMA):

Islam Dapat Memberikan “New Sense of Values” Kepada Masyarakat Jepang.

Berikut ini Aneka Jepang menyajikan tulisan yang merupakan paduan hasil wawancara dengan Bapak Shoichi Oni (nama Islam beliau: Arif Rahman), wakil Japan Muslim Association di jakarta, serta bahan-bahan yang diperoleh dari Bp. Oni. Dalam tulisan ini, pertama kami memperkenalkan Japan Muslim Association, organisasi Muslim yang tertua di Jepang. Pembaca juga bisa mengetahui situasi kehidupan seorang muslim di Jepang secara umum, dan apa pendapat Pak Oni mengenai prospek perkembangan agama Islam di masa mendatang.

Japan Muslim Association dan kegiatannya

Merupakan organisasi Muslim yang pertama di Jepang. Organisasi yang didasarkan pada sistem keanggotaan mi, dibentuk pada tahun 1953. JMA bertujuan menjadi wadah bagi kaum Muslim – yang merupakan minoritas di Jepang – untuk mempraktekkan Islam secara selaras dengan masyarakat Jepang, untuk lebih mengenal Islam, meningkatkan iman, pendidikan, dan agar umat Muslim di Jepang dapat saling membantu,dan menjalin persahabatan serta solidaritas dengan saudara-saudari Muslim di luar negeri.

Dewan Direktur dari asosiasi ini terdiri dari 18 orang, diketuai oleh Bapak Amin K.Tokumasu (Presiden), sedangkan wakilnya (Vice President) adalah Bp. Amir T.Arai. Ketua Kehormatan adalah Bp. Khalid M. Higuchi. Sebagian besar dan para direktur (semuanya orang Jepang) adalah para akademisi kajian Islam dan kajianTimurTengah dan mantan eksekutif perusahaan yang beroperasi di sebuah negara Timur Tengah, a.l. Bp. Tayeb H. Muto, Bp. Yousuf Y. Kashihara, Dr. Hasan K. Nakata, dll. Salah seorang direktur, yaitu Ibu Hafni V. Nagai adalah putri dari Bp. H. Arifin Nagai yang pernah bertugas di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta sebagai Direktur Penerangan dan Kebudayaan.

Secara garis besar kegiatan JMA terbagi atas : Dakwah dan Kegiatan Kebudayaan, Kegiatan Seremonial, Kegiatan Sukarela, dan Dialog. JMA menerbitkan dan membagikan terjemahan Alqur’an Suci dalam bahasa Jepang, buku-buku mengenai Islam, buletin”Islam”,mengadakan seminar, workshop, ceramah, dll. tentang Islam, menyelenggarakan kursus bahasa Arab. mengirimkan mahasiswa Jepang untuk belajar keluar negeri, dIl. Terbitan besar JMA adalah “Terjemahan Kitab Suci Al Qur’an”dalam bahasa Jepang, hasil koreksi dan revisi berulang kali terhadap teks terjemahan yang dilakukan oleh Umar Mita. Teks bahasa Jepang terjemahan itu didampingi teks asli dalam bahasa Arab yang sudah mendapat otorisasi resmi dari Muslim World League. Juga telah diterbitkan “Sahih Muslim” (terjemahan oleh 3 orang anggota JMA), ”200 Hadits Hidup Nabi Muhammad S.A.W.”, dlI. JMA menyelenggarakan “Islamic camping” setiap tahun yang diikuti sekitar seratus orang, yang merupakan acara silaturahmi di mana dilakukan shalat berjemaah, pemutaran video yang berbau Islami, presentasi, ceramah,dsb. yang terkait dengan Islam. Tujuannya adalah untuk mendalami hidup yang Islami dan mempererat persaudaraan. Acara camping tersebut juga boleh diikuti oleh peserta yang non-Muslim yang ingin mengenal Islam dan dekat. Selain itu, juga kerap diadakan acara pertemuan baik di mesjid maupun di tempat-tempat lain antar para pengurus Asosiasi serta dengan para anggota. JMA menjalin komunikasi silaturahmi dengan KBRI, a.l. dengan saling mengundang satu sama lain. JMA juga mengadakan konsultasi dengan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Untuk menyiarkan Islam, JMA melalui para pakarnya juga memberikan penerangan tentang Islam melalui radio, televisi, media cetak. dan ceramah di berbagai tempat.

JMA membina komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan Islam di luar negeri. termasuk dengan organisasi-organisasi Islam di Indonesia, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiah, dll. Dalam menjalankan kegiatannya, JMA mendapat dukungan dan bantuan dari luar negeri seperti kerajaan Saudi Arabia (Kantor JMA di Jepang),Turki (pendirian Mesjid), dll.

Muslim di Jepang

Menurut Konstitusi Jepang, kebebasan beragama dijamin bagi semua orang. Negara tidak boleh menyeienggarakan pendidikan keagamaan atau melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Negara tidak boleh campur tangan dalam hal agama karena hal-hal yang terkait dengan agama merupakan urusan pribadi yang menyangkut hati orang, dan masyarakat Jepang secara umum tidak terlalu peduli akan agama orang lain. OIeh karena itu, boleh dikatakan hampir tidak ada konflik yang terkait dengan agama, dan kegiatan ibadah Muslim tidak menghadapi hambatan di Jepang, kecuali karena lingkungan sosiaI budaya saja. Dengan demikian, orang Islam Jepang dapat bersekolah atau bekerja seperti sesama orang Jepang Iainnya, tanpa merasa tersisihkan. Jumlah orang Jepang yang Muslim diperkirakan sekitar 7000 orang, dan jumlah seluruh umat Muslim di Jepang adalah 100.000 orang, termasuk orang-orang asing yang Muslim (terutama pelajar, termasuk para mahasiswa/i Indonesia). Orang Jepang dikenal serius dalam melakukan apa saja, tak terkecuali dalam hal menjalankan agama. Orang-orang Jepang Muslim berusaha melakukan yang terbaik dalam menjalankan ibadahnya.

Di Jepang terdapat beberapa mesjid besar (Tokyo, kobe, Kyoto, dll.), sejumlah mesjid kecil dan mushola. Mesjid tertua adalah Mesjid Tokyo yang didirikan pada tahun 1938 di kawasan Shibuya, tapi ditutup pada tahun 1984 karena sudah terlalu tua dan lapuk. Sebagai gantinya didirikan Mesjid Tokyo Jamii path tahun 2000. Mesjid-mesjid lainnya adalah:Otsuka, Hiroo, Mushola Indonesia (di Meguro), Hachiouji, Ohanajaya,Toda, Iwata, Nagoya, dll.


Menjawab pertanyaan yang diajukan Aneka Jepang, Bapak Oni mengatakan bahwa banyak nilai tradisional Jepang yang sejalan dengan ajaran Islam, seperti etos kerja, kebersihan, kejujuran, perlakuan sama derajat, derma (membantu kaum lemah), dIl. Akan tetapi. hidup sebagai Muslim di tengah-tengah masyarakat Jepang juga tidak terlalu mudah karena rnasyarakat Jepang belum begitu paham dengan hal-hal lslami. Misalnya mendapatkan rnakanan halal dan berpuasa merupakan masalah tersendiri yang harus diatasi oleh seorang Muslim Jepang, dll. Syukurlah berkat keteguhan hati mereka, segalanya bisa diatasi. Sementara itu, meski baru sebatas rasa ingin tahu, perhatian masyarakat Jepang terhadap Islam terasa makin meningkat akhir-akhir ini. Radio

—————————————————-

banyak nilai tradsionaI Jepang yang sejalan dengan ajaran Islam, seperti etos kerja, kebersihan, kejujuran, perlakuan sama derajat dan membantu kaum yang Iemah.

—————————————————-

dan televisi terkadang menyiarkan penerangan tentang Islam yang dijelaskan oleh para pakar Islam, sehingga Islam dapat lebih dikenal dan dimengerti oleh masyarakat luas.

Prospek perkembangan Islam di Jepang

Menurut Bapak Shoichi Oni, agama Islam akan terus rnenyebar di Jepang di masa mendatang sebagai Islam yang maju, modern, murni dan transparan. Beliau merasa yakin bahwa ”Kami dapat rnenyebarkan nilai-nilai Islam yang dapat menjawab berbagai masalah yang ada.” Menurutnya, Islam dapat memberikan “new sense of values” kepada masyarakat Jepang, terutama guna menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan masa kini, seperti tingginya angka bunuh diri (30.000 orang per tahun), adanya “ijime” (gangguan terhadap siswa sekolah oleh rekannya, berupa ancaman, pemukulan, dsb.), serta berbagai tekanan hidup lainnya. Masyarakat Jepang dewasa ini rnembutuhkan suatu anutan tata nilai yang kokoh, maka mereka dapat mengambil nilai-nilai baik dalam Islam untuk mendapatkan solusi serta nilai-nilai falsafah tentang kehidupan. Dari Islam masyarakat Jepang dapat memahami apa arti hidup dan kehidupan itu, perlunya rnenjaga lingkungan hidup, dan yang penting adalah mengetahul bahwa “Allah adalah Maha Esa dan Mahakuasa atas segala-galanya, menentukan hidup manusia tutur Bapak Oni seraya menunjukkan tangannya ke atas.


>>> Alamat Japan Muslim Association: Valore Yoyogi 1004 2-26-5, Yoyogi Shibuya-ku Tokyo 151-0053. Website http://muslimkyoukai.jp (dalam bahasa Jepang)

One Response to “Islam Dapat Memberikan “New Sense of Values” Kepada Masyarakat Jepang.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: